Advertisement

Yoni Berukuran 1 Ton Ditemukan di Kedawung Sragen, Diduga Peninggalan Zaman Hindu-Buddha

Tri Rahayu
Jum'at, 05 Juli 2024 - 10:07 WIB
Sunartono
Yoni Berukuran 1 Ton Ditemukan di Kedawung Sragen, Diduga Peninggalan Zaman Hindu-Buddha Camat Kedawung Endang Widayanti (berjilbab) mengamati yoni jumbo dan langka bersama perwakilan Pemerintah Desa Karangapelem dan pegiat Brandal Sukowati Sragen di Dukuh Tunggon, Desa Karangpelem, Kedawung, Sragen, Kamis (4/7/2024). /Istimewa - dok. Camat Kedawung.

Advertisement

Harianjogja.com, SRAGEN—Yoni berukuran besar dengan berat sekitar 1 ton ditemukan di Dukuh Tunggon, Desa Karangpelem, Kecamatan Kedawung, Sragen. Proses ekskavasi benda cagar budaya itu membutuhkan waktu tiga hari, terhitung sejak Rabu (3/7/2024) hingga Jumat (5/7/2024).

Selama dua hari ekskavasi, tim berhasil mengangkat yoni dari lokasi terpendam sampai ke pelataran Punden Tunggon dan Jumat ini tinggal diupayakan pengangkutan menggunakan kendaraan ke Balai Desa Karangpelem. Proses ekskavasi yoni yang diduga berasal dari zaman Hindu-Buddha yang dilakukan Pemerintah Desa (Pemdes) Karangpelem itu melibatkan sejumlah komunitas pemerhati sejarah dan budaya Sragen.

Advertisement

BACA JUGA : Situs Yoni Tanpa Lingga Ditemukan di Ladang Warga Gunungkidul, Begini Kondisinya

Selain para pegiat dari Yayasan Palapa Mendira Harja Cabang Sragen, ekskavasi itu juga melibatkan pegiat dari Brandal Sukowati. Proses ekskavasi dilakukan hati-hati di bawah pengawasan langsung dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sragen yang sebelumnya berkoordinasi dengan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Sragen.

Sebelum proses ekskavasi, Pemerintah Desa Karangpelem menggelar bancakan. Dalam prosesi ekskavasi yoni menggunakan alat berupa katrol berkapasitas 10 ton. Yoni jumbo itu ternyata memiliki berat hampir 1 ton. Proses pemindahan sampai ke pelataran Punden Tunggon ditarik dengan katrol dan di bawah yoni diberi batang pohon pisang.

Salah satu pegiat dari Brandal Sukowati Sragen, Deni, menyampaikan proses ekskavasi yoni itu lumayan sulit karena lokasinya di area perkebunan milik warga. Dia mengatakan medan yang menanjak membuat proses ekskavasinya sedikit lebih lama dan harus benar-benar memperhatian keamanan yoni mengingat benda itu merupakan benda cagar budaya.

“Ekskavasi itu harus hati-hati agar tidak rusak. Yoni itu nanti ke depannya bisa untuk edukasi masyarakat agar tidak melupakan sejarah. Para generasi penerus juga bisa melestarikan budaya leluhur supaya tidak dilupakan,” jelas Deni kepada JIBI/Solopos, Jumat.

Camat Kedawung, Endang Widayanti, menyaksikan langsung proses ekskavasi yoni tersebut. Endang menyampaikan yoni yang ditemukan di Karangpelem itu luar biasa karena ukurannya besar. Yoni itu diperkirakan berasal dari abad IX dan yoni biasanya melambangkan kemakmuran dan kesuburan.

BACA JUGA : Tengku Zanzabella Akhirnya Bisa Sembahyang di Candi Ijo

“Jadi Karangpelem itu luar biasa potensinya. Komplet. Memiliki sumber mata air dan memiliki benda cagar budaya. Gambaran ke depannya, Desa Karangpelem diarahkan agar bisa menjadi desa wisata. Potensinya ada. Sekarang Karangpelem sudah memiliki kolam renang Umbul Ngepok di Tunggon bisa dikembangkan lagi," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Cek Jadwal SIM Keliling di Sleman Hari Ini, Sabtu 20 Juli 2024

Sleman
| Sabtu, 20 Juli 2024, 07:27 WIB

Advertisement

alt

Ini Dia Surganya Solo Traveler di Asia Tenggara

Wisata
| Kamis, 18 Juli 2024, 22:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement