Advertisement

Panen Raya Petani Klaten Diminta Menunda Penjualan Hasil Pertanian, Ini Alasannya

Taufiq Sidik Prakoso
Senin, 01 April 2024 - 19:57 WIB
Maya Herawati
Panen Raya Petani Klaten Diminta Menunda Penjualan Hasil Pertanian, Ini Alasannya Panen padi / Ilustrasi Freepik

Advertisement

Solopos.com, KLATEN–Petani di Klaten, Jawa Tengah diminta menunda penjualan sebagian hasil panen bersamaan panen raya pada April 2024. Permintaan ini disampaikan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Klaten agar petani tetap bisa menikmati hasil panen dengan harga menguntungkan petani.

Ketua KTNA Klaten, Maryanta, mengatakan saat ini harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani mencapai Rp6.300 per kg. Nilai itu lebih rendah dibandingkan beberapa bulan lalu.

Advertisement

“Sebelumnya sempat mencapai Rp7.700 kemudian Rp7.500 turun sampai Rp6.800 per kg. Bertahan agak lama di harga Rp6.500 per kg. Saat ini harga sekitar Rp6.300 per kg,” kata Maryanta saat ditemui seusai menghadiri panen raya di Desa/Kecamatan Trucuk, Sabtu (30/3/2024).

Bisa jadi, harga gabah di tingkat petani bakal terus turun bersamaan dengan panen raya. Maryanta mengatakan hal itu berkaitan dengan hukum pasar. Oleh sebab itu, dia menyarankan agar petani tak menjual seluruh hasil panen.

“Jangan ditebaskan semua. Bawa pulang hasil panen, simpan terlebih dahulu. Okelah 30 persen dijual untuk menutup biaya operasional, tetapi 70 persen disimpan,” kata Maryanta.

Dimungkinkan harga gabah bakal kembali naik dan menguntungkan petani ketika memasuki masa tanam (MT) 2. “Kemungkinan MT 2 tidak menentu karena ada kemarau lagi. Kemungkinan besar harga gabah naik lagi,” kata Maryanta.

Seperti diberitakan sebelumnya, produksi beras di Klaten hingga kini dipastikan melimpah. Angka surplus beras di Kabupaten Bersinar saat ini mencapai 63.085 ton.

BACA JUGA: Proyek Tol Jogja-Solo: Mobilisasi Kendaraan Berat Dihentikan 11 Hari untuk Kelancaran Arus Mudik Lebaran 2024

Hal itu disampaikan Bupati Klaten, Sri Mulyani, saat panen raya di area persawahan Desa/Kecamatan Trucuk, Sabtu (30/3/2024). Mulyani mengatakan luas panen di Klaten pada Januari-April 2024 mencapai 26.101 ha.

Dari jumlah itu, ketersediaan beras di Klaten mencapai 101.085 ton. “Kebutuhan beras sekitar 38.000 ton sehingga masih bisa dimanfaatkan atau dijual ke daerah tetangga atau mengalami surplus 63.085 ton,” kata Mulyani.

Mulyani menjelaskan harga beras masing tinggi. Harga beras kualitas medium sekitar Rp13.000 per kg hingga Rp14.000 per kg dan premium Rp15.000 per kg hingga Rp16.500 per kg.

Di satu sisi, Mulyani mengatakan harga beras bisa segera turun seiring semakin banyaknya panen padi. Di sisi lain, petani berharap harga tinggi.

“Soal harga ini memang menjadi dinamika. Semoga saja harga segera stabil sesuai harapan masyarakat tetapi petani tetap sehat dan sejahtera,” kata Mulyani.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Bisnis.com

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Prakiraan Cuaca: DIY Diguyur Hujan Hari Ini Minggu 21 April 2024

Jogja
| Minggu, 21 April 2024, 06:17 WIB

Advertisement

alt

Rekomendasi Menyantap Lezatnya Sup Kacang Merah di Jogja

Wisata
| Sabtu, 20 April 2024, 07:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement